Berita & Literasi Desa

Berita & Literasi Desa

Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Pendamping Desa Bondowoso Dorong Efisiensi & Kreasi PADes

Menyongsong tahun anggaran 2026-2027, semua desa didorong berbenah dalam perencanaan pembangunan desa. Mengingat di tahun 2026 ini pagu anggaran reguler dalam APBDES terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama Dana Desa reguler.

” Efisiensi dan efektivitas menjadi penting dalam perencanaan pembangunan desa di tengah keterbatasan anggaran. Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat melalui pengaktifan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai solusi kesejahteraan mandiri dan kreasi PADes. Koperasi dapat menjadi sarana untuk mengelola dan memasarkan hasil pertanian warga secara kolektif “, ungkap Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bondowoso, Abdul Ghafur Bakri saat memberikan paparan dalam Musrenbangdes 2027 di Balai Desa Patemon Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso-Jatim pada Kamis (29/1).

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Patemon untuk menjadi anggota aktif Kopdes Merah Putih, karena selain mendorong kemandirian ekonomi desa, anggota koperasi juga akan memperoleh manfaat ekonomi secara langsung dan karena juga anggaran Dana Desa banyak diarahkan sektor ini.

Dalam Musrenbangdes, Pemerintah Desa Patemon mengusung tema Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan. Musrenbangdes dihadiri unsur Pemerintah Desa Patemon, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sekretaris Camat Tlogosari, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Tlogosari, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bondowoso, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), tokoh masyarakat, serta keterwakilan perempuan.

Sekretaris Desa Patemon yang mewakili Kepala Desa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir dan berpartisipasi aktif. Menurutnya, Musrenbangdes merupakan wadah strategis untuk menampung dan merumuskan aspirasi warga.

“Harapannya, aspirasi yang dihasilkan hari ini dapat terserap secara optimal dan diusulkan sebagai program skala kabupaten, baik untuk peningkatan infrastruktur maupun penguatan sumber daya manusia di Desa Patemon,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Tlogosari menjelaskan bahwa Musrenbangdes merupakan forum musyawarah resmi desa untuk menjaring dan menetapkan usulan pembangunan yang akan dibawa ke tingkat kecamatan, kabupaten, hingga level yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi anggaran desa. Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026 diprediksi akan terjadi penurunan Dana Desa yang cukup signifikan.

“Kondisi ini tentu berdampak pada terbatasnya ruang gerak pembangunan fisik di desa. Karena itu, kami mengimbau masyarakat memahami situasi anggaran saat ini, sehingga pembangunan ke depan mungkin tidak seoptimal tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Winartono, M.I.Kom,. ditengah acara tersebut menyampaikan bahwa forum kali ini, disadari atau tidak bahwa ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahwa semua desa, kali ini, tahun ini, dituntut untuk lebih kreatif, lebih lihai, dan lebih pintar, dalam mengelola pendapatan asli desa (PAD).

” Karenanya, mari bersama-sama bersinergi dan saling membangun spirit untuk memajukan Desa dari berbagai pihak. Baik Pemerintah Desa, BUMDesa, dan termasuk dari TPP sendiri. Desa kali ini benar-benar dituntut untuk bisa mendongkrak PAD. Sebelumnya, semua sektor pembangunan di desa bersumber dari Dana Desa. Mulai dari kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Sekali lagi, mari bersama bergandengan tangan menguatkan spirit membangun desa dengan tetap melaksanakan prioritas program nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih ini,” ungkap TAPM Bondowoso ini.

Melalui diskusi dan pembahasan yang berlangsung secara partisipatif, Musrenbangdes Patemon menghasilkan sejumlah kesepakatan. Peserta menyetujui daftar usulan prioritas pembangunan yang akan diajukan ke tingkat kabupaten dengan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak.

Selain itu, seluruh peserta memaklumi kondisi penurunan Dana Desa tahun 2026 dan berkomitmen mengawal pembangunan desa agar berjalan lebih efektif dan efisien. Musrenbangdes juga menyepakati dukungan penuh terhadap pengaktifan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ekonomi warga Desa Patemon.[redfero_AC6612JPD]

Post Views: 38