Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Banjar Bumi Mulia, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, kembali melaksanakan panen edamame pada Selasa (20/10/2026). Panen ketiga ini menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam mengembangkan program ketahanan pangan melalui usaha pertanian yang dikelola BUMDes.
Program tersebut dijalankan menggunakan penyertaan modal ketahanan pangan dari Dana Desa tahun 2025. Sejak panen pertama hingga panen ketiga, produksi edamame menunjukkan peningkatan. Kondisi ini menjadi perkembangan positif bagi pengelola dalam mengembangkan usaha pertanian di tingkat desa.
produksi pada panen pertama jauh dari target sehingga mengalami kerugian dari sebaran bibit 2 kwintal hanya menghasilkan 1 ton panen, kemudian adanya peningkatan yang cukup signifikan dengan sebaran bibit 2 kwintal dan menghasilkan panen 15 ton pada panen kedua, dan panen ketiga masih dalam proses panen serta perhitungan. Sementara budidaya edamame dilakukan di lahan seluas 3 hektare.
Peningkatan produksi itu menunjukkan adanya perkembangan dalam pelaksanaan usaha. Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah panen, tetapi juga dari kemampuan pengelola menjaga kualitas hasil, menekan biaya produksi, dan memastikan hasil panen terserap pasar.
Camat Pakis ibu Prestiya yunika, AP.,S.Sos.,M.Si, menyampaikan bahwa pengembangan usaha pertanian melalui BUMDes perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Program ketahanan pangan di desa perlu dikembangkan menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan hasil produksi, pengelola juga perlu memperhatikan tata Kelola keungan agar mampu memberikan pemasukan terhadap Pendapatan Asli Desa, dan manfaatnya diraskan bagi Masyarakat. Sehingga edamame menjadi komoditas dan produck unggulan desa Banjarejo” ujarnya.
Pengembangan budidaya edamame ini mendapat dukungan penyertaan modal ketahanan pangan dari Dana Desa tahun 2025. Modal yang dialokasikan mencapai Rp306 juta, yang digunakan untuk mendukung kebutuhan budidaya, mulai dari persiapan lahan, pengadaan benih dan sarana produksi, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen dan pemasaran. Kepala Desa Banjarejo Bapak Suko Mulyono, mengatakan bahwa penyertaan modal tersebut diharapkan dapat mendorong BUMDes mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi desa.
Menurutnya, pengelolaan usaha perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar modal yang diberikan dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan.
“Kami berharap usaha yang dijalankan BUMDes ini bisa terus berkembang. Tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga mampu membangun usaha yang memberikan manfaat bagi desa dan masyarakat, Syukur sykur Masyarakat ikut serta terlibat dalam meramaikan edamame sebagai komoditas unggulan di desa” ungkapnya.
Selain produksi, pemasaran menjadi salah satu aspek yang menentukan keberlanjutan budidaya edamame. Hasil panen perlu dikelola dengan baik, mulai dari pemilahan berdasarkan kualitas hingga penyaluran kepada pembeli.
Hasil panen dipasarkan melalui pengepul komoditas pertanian dan mitra usaha. Jaringan pemasaran tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga penyerapan hasil produksi sekaligus membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas.
Direktur BUMDes Banjar Bumi Mulia, H. Agus Budianto, menjelaskan bahwa setiap periode panen menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengelolaan budidaya.
“Setiap panen memberikan pengalaman dan bahan evaluasi bagi kami. Kami terus mempelajari proses budidaya serta melakukan research secara personal, kebutuhan operasional, kualitas hasil, dan pemasaran agar usaha ini bisa berkembang dengan lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan produksi perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang tertib. Pencatatan biaya, pendapatan penjualan, dan keuntungan usaha diperlukan untuk mengetahui perkembangan usaha sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya.
Panen ketiga edamame ini turut dihadiri unsur pemerintah Kecamatan Pakis, Pemerintah Desa Banjarejo, babinsa, babinkabtimas, penyuluh pertanian serta mengundang kepala desa se kecamatan Pakis. Kegiatan tersebut juga mendapatkan pendampingan dari pendamping lokal desa dan pendamping desa di Kecamatan Pakis.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes. Pendampingan juga diharapkan dapat membantu memperkuat perencanaan, tata kelola, serta evaluasi program agar berjalan sesuai tujuan.
Pendamping desa Bapak Dewangga selaku coordinator pendamping desa di kecamatan pakis, menilai bahwa merupakan praktik baik dari progam ketahanan pangan desa agar bisa menjadi program yang berkelanjutan perlu didukung oleh pengelolaan usaha yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini bentuk wujud praktik baik dari ketahanan pangan yang di Kelola oleh bumdes dari penyertaaan modal dana desa, kami mengapresiasi pemerintah desa banjarejo dan bumdes banjar bumi mulia yang menunjukan kesungguhan dalam menjalankan Program ketahanan pangan melalui BUMDes, tidak berhenti pada kegiatan penanaman dan panen. Pengelola juga perlu memperhatikan pencatatan produksi, laporan keuangan, pemasaran, dan evaluasi usaha agar perkembangannya dapat diketahui secara jelas, serta muaranya mampu bermanfaat bagi Masyarakat dan memberikan pemasukan pada Pendapatan Asli Desa (PAD)” ujarnya.
Melalui budidaya edamame ini, BUMDes Banjar Bumi Mulia diharapkan dapat terus mengembangkan potensi pertanian Desa Banjarejo. Peningkatan hasil panen menjadi salah satu modal awal untuk memperbaiki pengelolaan usaha, memperluas pemasaran, dan memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.
Ke depan, keberlanjutan program akan sangat ditentukan oleh kemampuan pengelola menjaga produktivitas, mengelola modal secara bertanggung jawab, dan membangun pasar yang mampu menyerap hasil panen secara konsisten.[redfero_AD5510]