Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gresik menggelar Rapat Koordinasi Pendamping (RAKORKAB) yang melibatkan Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, (4/11/2026) ini bertempat di Gedung Pertemuan Siwalan, Desa Hendrosari (Desa Wisata Lontar Sewu), Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Rakorkab TPP ini menjadi menarik karena menghadirkan jajaran Narasumber Pakar dan Pemangku Kebijakan Lintas Sektor sebagai upaya Sinergi Kebijakan dan Gagasan Strategis Penguatan Desa diantaranya:
Rakorkab dibuka langsung oleh Koordinator Tenaga Ahli (TA) TPP Kabupaten Gresik, Yuristiarso Hidayat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas soliditas dan kerja keras seluruh jajaran pendamping desa di wilayah Gresik.
“Kami sangat mengapresiasi kekompakan Pendamping Desa di Kabupaten Gresik yang tetap tegak lurus, solid, dan bekerja keras tanpa lelah dalam mengawal program-program prioritas, baik dari Pemerintah Pusat maupun Daerah,” tegas Yuristiarso.
Dalam Sambutan pengarahannya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gresik, Drs. Abu Hasan, SH., M.M., menyampaikan harapannya agar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten yang telah berhasil mengantarkan seluruh desanya menjadi Desa Mandiri, dalam hal ini salah satunya Kabupaten Gresik.
Selain itu, Beliau juga mengusulkan ada Reward dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Gresik yang telah berkomitmen bersama bersama pihak kecamatan, hingga para Kepala Desa yang gigih memperjuangkan wilayahnya mencapai status Mandiri. Lebih Jauh, Kepala Dinas PMD juga memaparkan terkait dengan pengembangan Desa Tematik. Kadis PMD menjelaskan bahwa Kabupaten Gresik saat ini telah mengusulkan dua lokus kawasan, Desa Kawasan Bahari dan Kawasan Desa Komoditas Tanaman Hias.
“Desa Kawasan Bahari, telah rampung berada di Kecamatan Bungah, mencakup Desa Tanjungwidoro, Desa Watu Agung, dan Desa Kramat,” terang Abu Hasan.
Secara khusus Abu Hasan menyampaikan bahwa kawasan pedesaan mandiri ini sebagai upaya jawaban kepada keberadaan 330 desa di Gresik yang sudah berstatus Mandiri semua.
“Banyak Kades bertanya, apa yang mesti dilakukan setelah berstatus Mandiri, maka di Gresik, Pemkab dengan Tim TPP menginisiasi perencanaan Kawasan sebagai langkah post-Desa Mandiri,” jelas Abu Hasan.
” Kawasan pertama yang tuntas regulasinya yaitu Kawasan Pedesaan Bahari di Bungah. Berikutnya Pemkab Gresik masih menyisakan satu Kawasan yang diperjuangkan, yakni Desa Kawasan Tanaman Hias. Melibatkan 6 desa yang tersebar di 3 kecamatan (Wringinanom, Kedamean, dan Driyorejo), yang saat ini sedang dituntaskan payung regulasinya,” tegas Abu Hasan menjabat sebagai Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik tersebut.
Selain itu, Narasumber dari Kemendesa PDT, Arif An, SH., MH., menegaskan pentingnya penguatan kapasitas para pendamping desa (PD/ PLD) di tengah tantangan era distrupsi. Lebih jauh dia memaparkan 12 Program Strategis Kemendesa PDT dalam menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yang meliputi :
TA Kemendesa itu juga memaparkan Tugas dan Fungsi TPP Diera Disrupsi. Lebih jauh Arif An mengatakan di era disrupsi ini, Tugas Pokok dan Fungsi TPP (Tenaga Pendamping Profesional) bergeser. Tidak lagi hanya tukang administrasi APBDes, tapi jadi navigator perubahan desa. Ini Tupoksi resmi Kemendesa dan adaptasi era disrupsi untuk TPP :
Fungsi TPP Di Era Disrupsi – 4 Fungsi Baru
TPP harus jadi agen yang merusak cara lama yang tidak efisien. Contoh: hentikan rapat berjam-jam tanpa hasil, ganti dengan koordinasi via Zoom / WAG yang efektif, laporan via Google Drive.
Kunci untuk TPP Kabupaten Gresik saat ini : Jangan hanya dampingi 330 Desa agar tetap Mandiri, tapi dampingi agar naik kelas jadi Desa Berdaya Saing Global. Adapun 3 skill wajib TPP era disrupsi : Digital Literacy, Data Literacy, Human Literacy – empati, tidak bisa digantikan AI.
Pengamat Lembaga Keuangan Desa, Dr. H. Ach. Rubai, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi di Gresik. Beliau secara terbuka mendukung ide serta usulan TPP untuk menetapkan Kadis PMD Kabupaten Gresik, Drs. Abu Hasan, SH., M.M., sebagai Bapak Asuh TPP Kabupaten Gresik dalam pengawalan pembangunan dan pemberdayaan desa.
Rangkaian RAKORKAB ditutup dengan sesi pengukuran seragam baru bagi seluruh personil TPP Kabupaten Gresik (TA, PD, dan PLD) sebagai simbol kebersamaan, kerapian, dan kesiapan bertugas mengawal pembangunan desa di Kabupaten Gresik. [redfero_AD6612]