Enam kandidat Calon Ketua Umum Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) muncul dalam Kongres ke-7 pada Minggu (21/6) di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta. Beberapa nama Caketum diantaranya Slamet Ariyadi, Mora Harahap, Mitra Fakhruddin, Maulana Muhammad, Riyan Hidayat, dan Husmaluddin hadir dalam Debat Caketum BM PAN periode 2026 – 2031.
Meski mereka terbilang muda, namun para kandidat yang datang dari berbagai provinsi itu memiliki latar belakang ada yang menjadi anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, hingga Wakil Bupati.
Gelaran debat yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB itu merupakan rangkaian acara menjelang Kongres VII BM PAN yang akan digelar di Banten. Dalam debat, para kandidat melalui berbagai putaran, mulai dari pemaparan ide dan gagasan dalam membangun organisasi hingga pendalaman materi (tanya jawab) dengan panelis.
Sebagai organisasi di bawah PAN, hadir dalam acara itu Wakil Ketua Umum PAN sekaligus Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Ketua Umum BM PAN Sigit Purnomo Purnomo Said (Pasha Ungu), para mantan Ketua Umum BM PAN seperti Ahmad Yohan dan Ahmad Rizki Sadig.

Sebagai panelis dan senior partai, Viva Yoga menekankan tiga aspek penting BM PAN dalam perjalanan ke depan. Secara eksternal, Viva Yoga menekankan pentingnya positioning dan aksi pemuda-pemudi di BM PAN untuk turut menjadi penggerak pembangunan utamanya di desa dan daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Republik Indonesia
Sedangkan untuk internal organisasi, Viva Yoga menekankan pada 3 aspek itu adalah digitalisasi organisasi, transparansi pendanaan, dan konsolidasi.
Menurutnya organisasi ini penting untuk mengimplementasikan teknologi komunikasi dan informasi. Disebut digitalisasi merupakan langkah penting untuk reformasi tata kelola dan manajemen organisasi. “Digitalisasi sekarang menjadi bagian yang tidak bisa ditinggalkan dalam dunia politik modern”, ujarnya. Untuk itu ke depan BM PAN penting untuk melakukan digitalisasi organisasi dalam rangka mendukung peningkatan elektoral partai.
“Sumber pendanaan apakah dari uang pribadi ketum atau orang lain harus transparan”, tutur pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu. Pendanaan organisasi bagi PAN dan organisasi otonom lainnya dikatakan sangat penting. Diungkap, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ingin partai ini modern. Salah satu syarat terbentuknya partai modern adalah adanya logistik bagi partai untuk menjalankan roda organisasi. “Selain ideologi yang jelas, logistik juga merupakan salah satu syarat bila partai ingin menjadi modern”, ujarnya.
Berikutnya dalam hal konsolidasi organisasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Langkah ini harus dilakukan secara simultan. Dikatakan konsolidasi itu bisa lewat jalur formal seperti proses di organisasi, yakni rapat-rapat dan kaderisasi. Diharap para kader memahami konsolidasi secara luas. “Tidak hanya secara formal namun juga bisa berbentuk program-program yang memberikan dampak peningkatan elektoral kepada PAN”, tegasnya.[JARIDESA]