Kesadaran terhadap data harus lebih meningkat bahwa data valid sebagai basis dalam menentukan kebijakan di tingkat desa, data dasar harus dimiliki oleh desa, yaitu pembanguan berbasiskan data. Salah satu instrumen penting dalam data desa adalah pengukuran Indeks Desa, karena merupakan potret pengukuran terhadap tingkat kemajuan dan kemandirian desa dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan desa yang kelanjutan.
Pendamping Desa Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung-Jatim, Abd Salam yang hadir memfasilitasi Bimtek Pemutakhiran Indeks Desa tahun 2026 di Kecamatan Ngantru menyatakan bahwa percepatan input data, pembaruan data, data valid yang dibutuhkan, sehingga data tahun 2025 sudah ada di sistem sebagai data base, maka pelaksana pendataan hanya memperbaharui data yang dinamis saja.
” Data valid menjadi acuan dalam pembangunan desa, dengan cara data desa yang berkualitas memperkuat pembangunan desa yang lebih tepat sasaran, hal itu yang diingankan dalam pemutakhiran indek desa ini. Dalam pembaruaan data harus lebih teliti sebelum di input dalam web, dalam pengimputan nanti harus melalui musyawarah yang melibatkan BPD dan bersama tim pelaksana pendataan untuk memastikan data itu benar-benar valid, tidak beramsumsi pada kiro-kiro begitu “, ujar Abd Salam dihadapan perwakilan desa se-Kecamatan Ngantru pada Rabu (5/8).
Lebih lanjut, Abd Salam yang hadir bersama Korcam & PLD Ngantru menyampaikan bahwa Indeks Desa ini berbasiskan web, sehingga nanti cara pemutakhiran harus login di web dan mengisi kuesioner dan templete yang sudah ada di web, tinggal pendata mengunduh templete tersebut. Oleh karena itu, Kesadaran terhadap data harus lebih meningkat bahwa data valid sebagai basis dalam menentukan kebijakan di tingkat desa, data dasar harus dimiliki oleh desa, yaitu pembanguan berbasiskan data.
Sementara itu, kasi PMD Kecamatan Ngantru Juli Nirwanto yang hadir dalam Bimtek menyatakan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dan pendetilan dari sosialisasi Indeks Desa di tingkatan Kabupaten,beberap waktu lalu yang telah diikuti oleh para perwakilan kasi dan kades.
” Yang harus diperhatikan bahwa “nilai tahun lalu jangan sampai turun, jika tidak bisa naik, minimal sama dengan tahun lalu, sehingga biar tidak berubah status desa yang sudah mandiri semua supaya pembangunannya berdampak” , ungkap Juli. [redfero_AD1123]