Dalam upaya meningkatkan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan pembangunan desa, Kecamatan Taman Krocok menggelar Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti oleh seluruh KPM se-Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap tugas dan fungsi KPM sekaligus meningkatkan kualitas pendataan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/7/2026) pukul 08.00–14.00 WIB tersebut diikuti oleh 11 peserta, terdiri atas 5 laki-laki dan 6 perempuan, yang merupakan perwakilan KPM dari seluruh desa di Kecamatan Taman Krocok.
Pada kesempatan tersebut, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bondowoso, Winartono, menyampaikan materi mengenai Tugas Pokok dan Fungsi Kader Pembangunan Manusia (KPM). Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa KPM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah desa dalam melakukan pendataan, pemantauan layanan dasar, serta mengawal pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
KPM harus memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, mulai dari melakukan pendataan sasaran, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, hingga memastikan layanan kesehatan, gizi, pendidikan, sanitasi, dan perlindungan sosial dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. Peran aktif KPM menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan manusia di desa,” ujar Winartono.
Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Taman Krocok, Fauzi Afifi, menyampaikan materi mengenai pendataan melalui aplikasi eHDW (electronic Human Development Worker). Ia menjelaskan bahwa eHDW merupakan instrumen penting dalam mendukung proses pengumpulan data sasaran pembangunan manusia secara akurat, valid, dan terintegrasi.
“Melalui aplikasi eHDW, KPM diharapkan mampu melakukan pendataan secara tertib dan tepat waktu sehingga data yang dihasilkan benar-benar dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan serta penyusunan program pembangunan desa yang lebih efektif,” jelas Fauzi
Winartono juga menyampaikan materi persiapan Rembug Stunting beserta memberi dokumen template yang dibutuhkan dalam forum Rembug Stunting, mulai contoh undangan, Berita Acara, Form usulan dan prioritas untuk dibawa ke Musyawarah RKP Desa 2027.
Melalui kegiatan Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis ini, diharapkan seluruh KPM di Kecamatan Taman Krocok dapat menjalankan tugasnya serta mampu mendukung terwujudnya pembangunan desa yang berbasis data, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Nur Indah Isnainiah, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Kretek mengaku selama ini belum pernah ada pelatihan atau bimbingan khusus untuk KPM, apalagi Rembug Stunting.
Mengingat data di aplikasi eHDW juga kosong, bahkan ketika dibuka bersama kondisi aplikasi kosong datanya, dan tercatat login terakhir dua tahun yang lalu.
Selepas Bimtek & Peningkatan kapasitas ini diharapkan ada percepatan pengisian untuk mengejar Forum Rembug Stunting sebagai tahapan pelengkap tahapan Perencanaan (RKP Desa) Tahun 2027.
Heldiana Agustin, KPM Desa Trebungan berkesempatan praktik sebagai contoh pengisian data. “Untungnya kalau data sasaran bayi, bumil, dan lainnya kita tetap mencatat secara manual” ujar KPM yang juga aktif membantu kegiatan Posyandu Desa.
Forum KPM Kecamatan Krocok bersepakat akan mengadakan pertemuan peningkatan kapasitas mandiri setiap bulan dengan lokasi bergantian. “Itung-itung ini juga jadi ajang silaturahim, Pak” pungkas Jamzuri, Koordinator TPP Kecamatan Taman Krocok.[redfero_AC9918]